Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

29 April 2013

www.tips-fb.com Bridging Aplikasi SIMRS dengan InaCBG's Versi 3.1

Sesuai dengan namanya, Bridging berarti jembatan, Bridging aplikasi SIMRS dengan INACBG's merupakan aplikasi atau teknik untuk menjembatani komunikasi data antara SIMRS dengna aplikasi INACBGs. Saat ini sangat banyak pengembang atau vendor aplikasi yang menawarkan aplikasi SIMRS, namun masih sangat jarang yang menawarkan integrasi atau bridge aplikasi SIMRS dengan Aplikasi InaCBG's.

Bagi yang asing dengan istilah InaCBG's, InaCBG's merupakan program aplikasi komputer yang diterbitkan oleh Kementerian kesehatan RI dalam hal ini adalah National Casemix Cener yang digunakan untuk pengajuan klaim oleh Rumah Sakit atau PPK atas pelayanan kesehatan dalam rangka pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Lebih detail mengenai JAMKESMAS dapat dilihat pada Petunjuk Pelaksanaan JAMKESMAS disini. Pertanyaannya Dapatkah kita membuat sendiri jembatan antar aplikasi tersebut?

Syaratnya supaya SIMRS dapat dilakukan bridging dengan aplikasi InaCBG's? syaratnya adalah pada SIMRS telah menampung atau menyimpan 14 (empat belas) variable yang dibutuhkan dalam inacbg's. Bagaimana kalau ternyata hanya menyimpan sebagian variable?. Kemenkes sendiri sebenarnya mengharuskan ke-empatbelas variable terisi semua, namun berdasarkan pengalaman beberapa variable boleh tidak diisi, namun demikian kita masih harus melengkapi data tersebut setelah masuk aplikasi InaCBgs dan kita akan repot karena tidak dapat dilakukan grouping otomatis. Ke empat belas variable tersebut adalah :
  1. Identitas Pasien
  2. Tanggal Masuk RS
  3. Tanggal Keluar RS
  4. Lama rawat (LOS)
  5. Tanggal Lahir
  6. Umur dalam Tahun
  7. Umur Dalam Bulan
  8. Umur dalam hari
  9. Jenis Kelamin
  10. Status Pulang
  11. Berat badan lahir dalam gram
  12. Diagnosa Utama didasarkan pada ICD X
  13. Diagnosa skunder didasarkan pada ICD X
  14. Prosedur Medis didasarkan pada ICD9-CM
Mulai versi 2.0, aplikasi InaCBG's menyediakan fitur import. Fitur import digunakan untuk memasukan data secara masal dari SIMRS dalam bentuk file text dengan struktur tertentu. Tidak penting bagaimana dan menggunakan software apa kita membuat file text untuk dilakukan import data, yang terpenting adalah isi dari file text memenuhi syarat atau standar yang telah ditentukan.

Ketentuan file text yang akan di import adalah sebagai berikut :
  1. Berupa file text
  2. Satu baris adalah satu klaim
  3. Setiap baris diakhiri dengan carriage-return dikominasikan dengan linefeed atau CR-LF atau '\r\n'
  4. Antar kolom dipisahkan dengan tanda        ()
  5. Pada akhir file text, diberi tanda titik pada paling awalbaris untuk menyatakan bahwa sudah tidak ada data lagi setelahnya
Berikut struktur data dalam setiap baris data didalam file text
  1. Kode Rumah Sakit
  2. Kelas Rumah Sakit
  3. Nomor RM
  4. Kelas Perawatan (3)
  5. Biaya perawatan
  6. Jenis Perawatan (1 RI, 2 RJ)
  7. Tgl, Masuk
  8. Tgl. Keluar
  9. Lama Rawat
  10. Tgl. Lahir (dd/mm/yyyy)
  11. Umur Tahun
  12. Umur Hari
  13. Jenis Kelamin
  14. Cara Pulang
  15. Berat Lahir (gram)
  16. Diagnosa Utama
  17. Diagnosa Skunder (29 buah)
  18. Prosedur atau tindakan ICD9-CM (30 buah)
  19. Record ID/No. Urut dalam file tersebut
  20. Kode CBG (Kosongkan)
  21. Tarif CBG (Kosongkan)
  22. Deskripsi CBG (Kosongkan
  23. ALOS (Nol/0)
  24. Nama Pasien
  25. Dokter Penanggung Jawab
  26. No. SKP dan No. Kartu Peserta (dipisahkan dengan tanda apostrope/^)
  27. Surat Rujukan (0 ada, 1 tanpa surat rujukan)
  28. BHP Jika ada (sesuai ketentuan SE terbaru)
  29. Harga BHP
  30. Severiti Level 3 (tiak ada, ada)
  31. Type Tarif Sesuai RS masing-masing
Struktur tersebut merupakan data lengkap yang dapat disertakan dalam file text yang akan di import melalui aplikasi inacbg. Jika data-data tersebut diisi lengkap maka tidak perlu lagi ada input untuk melengkapi data, kecuali jika terjadi kesalahan pada data seperti misalnya diagnosa utama salah atau kesalahan-kesalahan lain selama proses grouping.

Jika data yang tersimpan dalam aplikasi simrs masih belum lengkap, setidaknya item-item sampai nomer 18 sudah terisi, selebihnya dapat dimasukan pada aplikasi inacbg.

Untuk dapat membuat file text tersebut, kita harus tahu struktur data pada simrs, setidaknya dimana data-data tersebut disimpan. Hal ini biasanya hanya diketahui oleh Orang IT, atau bahkan biasanya hanya diketahui oleh vendor SIMRS.

Jika kita telah mengetahui struktur data, kita dapat membuat program untuk mengenerate fiel text sehingga lebih mudah penggunaannya, atau bahkan bisa juga cukup dengan membuat stored procedure. Umumnya Database yang digunakan SIMRS merupakan database server yang hampir bisa dipastikan telah mendukung stored procedur. Kalau ada pertanyaan-pertanyaan silahkan tulis di komentar, jangan lupa Klik tombol Suka jika tulisan ini bermanfaat atau setidaknya membuat anda bingung, karen kalau bingung berarti terjadi proses berfikir pada otak anda.



Kolom Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Populer